Ma'mun Abu Fatih (Paraktisi Islamic-Hypnotherapy Pertama Berbasis Akidah Islam)

Sehat Fisik, Mental dan Spiritual (Ruhiah)

Selasa, 17 Juni 2014

Rahasia berhenti merokok dengan cepat dan permanent

Bagi sahabat yang ingin berhenti merokok baik karena pertimbangan kesehatan maupun kerena pertimbangan makruhnya* aktifitas merokok, bisa digunakan terapi yang efektif dengan collapsing anchor.

Secara sederhana anchor dapat dikatakan sebagai jangkar, yaitu suatu jangkar emosi yang memiliki muatan emosi positif atau negatif dimana seseorang “seolah-olah” mengalami kembali (asosiasi) suatu pengalaman pada saat suatu pemicu diaktifkan. Pada seorang perokok aktif maka "anchor" rokok terkait dengan sensasi/emosi kenikmatan, kenyamanan, kepercayaan diri dan bahkan kedamaian. semakin banyak rokok yang dihisap/nikmati makin kuat anchor ini tertanam di pikiran bawah sadar.

Collapsing anchor artinya "mengadu" anchor rokok dengan anchor lain yang sifat emosi/sensasinya berlawanan. misalnya kita menggunakan anchor benda/sesuatu yang menjijikan atau yang tidak nyaman kita rasakan. teknik ini menggunakan kecenderungan modalitas seseorang baik visual, auditorial, kinestetik, olfaktori dan gustatori.

Saat ancor rokok di"adu" dengan anchor lain yang berlawanan sifat/sensasinya dengan intensitas emosi cukup tinggi/kuat, maka setelah proses terapi insya Allah klien jika melakukan aktifitas merokok sensasi kenikmatan berkurang bahkan hilang dan berubah menjadi ke"tidak nikmatan" dan seterusnya.

Jika suatu saat klien ada keinginan merokok lagi, maka teknik ini bisa digunakan sendiri untuk terapi mandiri. Dengan niat yang sungguh-sungguh dan beberapa kali kita kondisikan, insya Allah aplikasi teknik collapsing anchor hasilnya permanent.
www.ihc1.blogspot.com

* terdapat khilafiyah terkait hukum aktifitas merokok

Minggu, 15 Juni 2014

Membongkar Rahasia Hipnotis Hiburan di Televisi

Apakah dalam kondisi hipnotis rahasia seseorang bisa terbongkar?
(Membongkar misteri hipnotis hiburan di televisi)
Secara sederhana hipnotis/hipnosis dibagi menjadi dua jenis. pertama tradisional hipnotis yang bernuansa mistis dan yang kedua hipnotis modern yang bersifat ilmiah dan termasuk dalam ilmu pengetahuan tentang cara kerja pikiran. Dalam hal ini penulis tidak membahas tradisional hipnotis dan hanya membahas hipnotis modern karena lebih logis, rasional, empiris dan tidak bertentangan dengan akidah islam.
Akhir-akhir ini tayangan terkait hipnotis di televisi nampaknya cukup menarik perhatian pemirsa karena mereka berharap bisa menyaksikan seorang artis/bintang tamu yang dihipnotis dan menceritakan rahasia kehidupan pribadinya. bahkan ada yang setelah dihipnotis hubungan dua orang menjadi retak setelah mengetahui bahwa "sahabat dekatnya" menghianati kepercayaan yang terjalin sekian lama. apakah benar dalam kondisi hipnotis seseorang bisa menceritakan setiap rahasia pribadinya?
Kondisi hipnotis sebenarnya merupakan kondisi dimana pikiran bawah sadar lebih aktif dari pikiran sadar karena critical area terbuka. dalam kondisi hipnotis sebenarnya seseorang masih bisa menyadari apa yang akan dia katakan atau apa yang tidak akan dia katakan karena bersifat rahasia. ini terjadi karena dalam kondisi hipnotispun seseorang masih memiliki believe sytem (sistem kepercayaan) tentang baik/buruk, halal atau haram, etis atau tidak etis dan rahasia atau bukan rahasia.
Kita perlu memahami bahwa hipnotis di televisi merupakan jenis hipnotis panggung (stage hipnotis) yang ditayangkan untuk kepentingan hiburan atau entertainment. karena bersifat hiburan maka sesungguhnya ada "pengkondisian" subyek hipnotis yang dalam hal ini bisa artis/bintang tamu agar mengikuti skenario pertunjukan sehingga tayangannya bisa menarik perhatian penonton. disamping itu sebelum penayangan sudah ada kontrak kerja bahwa ada bagian keuntungan yang didapat jika skenario hipnotis berjalan sukses dan menarik. klo sudah begini subyek hipnotis tentu akan bersedia menyampaikan apapun tentang pribadinya, yang penting masih dalam hal yang menurutnya layak disampaikan dan ada "materi" yang didapatkan.  

Sabtu, 14 Juni 2014

Hipnoterapi Banjar

Layanan Hipnoterapi Banjar
Jalan Parungsari Gang Kilat Banjar
081 3329 30 448
Bersama Ma'mun Abu Fatih, C.H, C.Ht

Memori manusia tak pernah terhapus

Hisab Akhirat VS "Hisab" Dunia (Apakah mungkin?)

Jangankan hisab perbuatan kita di akhirat yang amat rinci dan detail, 
semua memori perbuatan kita sesungguhnya tidak pernah hilang
dan bisa kita akses dengan teknik hipnosis/hipnoterapi klinis.

Keyakinan kita akan adanya Yaumul hisab di akhirat kelak merupakan bagian dari akidah yang bersifat pasti (qoth'i). Setiap amal kita baik/buruk meskipun sebesar dzarroh (partikel) sekalipun akan kita lihat dan dapatkan konsekuensinya berupa pahala maupun siksa.
Namun yang membuat penulis semakin takjub akan kebesaran Allah SWT adalah kemampuan otak manusia untuk menyimpan setiap detail peristiwa/perbuatan yang kita alami/lakukan dalam memori pikiran bawah sadar. Memori tersebut sesungguhnya tidak pernah hilang namun terlupakan oleh pikiran sadar seiring makin banyaknya informasi/maklumat yang diterima dan diproses.
Hal ini bisa dibuktikan pada sesi hipnoterapi dimana subyek dihipnosis sehingga berada pada kondisi deeptrance kemudian dibimbing oleh hypnotherapist agar kembali ke masa lalunya misal ketika kelas 2 SD. pada saat kondisi sadar subyek sudah lupa dengan siapa ia duduk saat di bangku kelas 2 SD apalagi mengingat siapa dibelakangnya dan seterusnya. namun pada kondisi hipnosis pada level kedalaman deeptrance, subyek dapat mengingat dengan detail orang-orang dan kejadian disekitarnya dengan jelas seakan-akan bisa mengulang masa lalu seperti sebuah gambar bahkan film bergerak yang diceritakan kepada Hypnotherapist. Ini membuktikan bahwa rekaman kejadian dan perbuatan kita tersimpan rapih dalam "folder" di "Hardisk" otak dan tak pernah terhapuskan.
Ini hal yang bisa terjadi d dunia, bagaimana dengan akhirat nanti? tentunya lebih dahsyat lagi kekuasaan Allah dalam menghisab setiap perbuatan manusia.
Nasehat Sahabat Umar Bin Khatab ra :
"Hassibuu anfusakum qobla an tuhassabu"
Hisablah diri kalian sendiri sebelum engkau dihisab (di akhirat).